Yogyakarta, 20 April 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Annisa Warastri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Pengusul, berhasil meraih pendanaan bergengsi Skema Hibah Fundamental – Reguler. Pada hibah kali ini, riset yang diusung berjudul “Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy untuk Meningkatkan Psychological Well-Being pada Mompreneur.

     Dosen yang akrab disapa Bu Icang ini mengatakan bahwa langkah tersebut adalah bentuk pengamalan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang menjadi tugas utama seorang dosen, yakni mencakup ranah pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengamalan nilai-nilai persyarikatan.

Fenomena Peran Ganda Ibu Bekerja

     Bu Icang menceritakan bahwa fokus penelitiannya dalam empat tahun terakhir banyak berangkat dari kegelisahan diri sendiri. Pembahasan mengenai ibu bekerja (working mom) selalu menjadi topik yang hangat dan relevan. Menyadari cakupan isu ibu bekerja yang terlalu luas. Mengingat setiap pekerjaan memiliki tekanannya masing-masing,beliau memutuskan untuk mengerucutkan arah penelitian pada kelompok mompreneur.

     Saat ini, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat didominasi oleh perempuan. Keadaan ini memunculkan pertanyaan bagi Bu Icang: mengapa seorang perempuan kerap menanggung peran dan beban ganda, terutama dalam urusan pengasuhan anak? Mengapa beban serupa jarang ditanggung oleh laki-laki?

Pendekatan CBT untuk Kesejahteraan Psikologis

     Alih-alih sekadar mengkritisi keadaan yang sudah menjadi isu sosial seluruh dunia, Bu Icang mengambil langkah penyelesaian melalui penelitiannya, ia mengemukakan pentingnya membuka wawasan baru menggunakan konsep Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

     Seorang mompreneur sering kali memiliki perasaan bersalah karena merasa tidak maksimal dalam membagi waktu, mulai dari merasa kurang mendampingi anak hingga kurang optimal dalam menjalankan usahanya.

     “Selama ini, intervensi yang diberikan kepada mompreneur sering kali hanya berfokus pada teknik relaksasi,” jelas Bu Icang.

     Oleh karena itu, konsep CBT digunakan sebagai proses untuk mengubah kognisi atau sudut pandang mompreneurtersebut. Dengan merestrukturisasi pikiran yang membebani, diharapkan akan timbul perilaku yang lebih adaptif, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) mereka.

Hak Aktualisasi Diri Perempuan

     Lebih dalam, penelitian ini juga menyinggung konsep aktualisasi diri yang dicetuskan oleh tokoh psikologi humanistik, Abraham Maslow. Bu Icang menekankan bahwa tidak ada nilai yang lebih baik antara ibu yang bekerja maupun ibu rumah tangga penuh waktu (full-time mom), begitu pula dengan pilihan melahirkan secara normal maupun caesar. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

     Sebagai penutup, beliau memberikan pesan yang kuat mengenai pentingnya eksistensi dan ruang aman bagi perempuan untuk berkembang.

Semua orang harus tetap menunjukkan eksistensi dia kapan pun dan di mana pun, termasuk wanita. Wanita berhak merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktualisasi dirinya, apa pun bentuk aktualisasi yang ia pilih, baik sebagai wanita karier maupun full-time ibu rumah tangga” – Ibu Annisa Warastri.

Informasi Lebih Lanjut

Tiktok Psikologi UNISA

Instagram Psikologi UNISA

WhatApp Admin: 0878-3941-1345

Website PMB: pmb.unisayogya.ac.id

Mari bergabung menjadi bagian dari Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta!