Skip to main content

Memahami Gangguan Bipolar

Apa sih gangguan Bipolar itu ? Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive. Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti. Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrem dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
Insiden gangguan bipolar berkisar antara 0,3% – 1,5% yang persentasenya tergolong rendah jika dibandingkan dengan persentase insiden yang dikategorikan skizofrenia. Gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Risiko kematian terus membayangi penderita gangguan bipolar, dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

Apa saja sih tanda dan gejala gangguan Bipolar ?
Tanda dan gejala
Gangguan bipolar dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejala bervariasi dalam pola mereka, keparahan, dan frekuensi. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Gangguan suasana hati sering terjadi pada seseorang, sementara yang lain hanya mengalami sedikit selama seumur hidup.

Ada empat jenis episode suasana hati pada penderita gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis episode suasana hati gangguan bipolar memiliki gejala yang unik.
Gejala-gejala dari tahap mania gangguan bipolar adalah sebagai berikut:

-Gembira berlebihan.
-Mudah tersinggung sehingga mudah marah.
-Merasa dirinya sangat penting.
-Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain.
-Penuh ide dan semangat baru.
-Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya.
-Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya.
-Nafsu seksual meningkat.
-Menyusun rencana yang tidak masuk akal.
-Sangat aktif dan bergerak sangat cepat.
-Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan.
-Menghambur-hamburkan uang.
-Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan.
-Merasa sangat mengenal orang lain.
-Mudah melempar kritik terhadap orang lain.
-Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari.
-Sulit tidur.
-Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam.

Gejala-gejala hipomania
jika dibandingkan dengan mania, hipomania bisa dikatan lebih ringan tanda gejalanya, yaitu meliputi merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan sehari-hari dan tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. orang dengan hipomania tampak seolah-olah dalam suasana hati yang sangat baik, tetapi dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hipomania sering meningkat menjadi mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi berat.
Tahap hipomania mirip dengan mania, perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa risiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania pada gangguan bipolar adalah sebagai berikut:

-Bersemangat dan penuh energi dengan munculnya kreativitas.
-Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
-Penurunan kebutuhan untuk tidur.

Tanda dan gejala depresi bipolar
Gejala-gejala dari tahap depresi gangguan bipolar adalah sebagai berikut:

-Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan.
-Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas.
-Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu.
-Tidak mampu merasakan kegembiraan.
-Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga.
-Sulit konsentrasi.
-Merasa tak berguna dan putus asa.
-Merasa bersalah dan berdosa.
-Rendah diri dan kurang percaya diri.
-Beranggapan masa depan suram dan pesimistis.
-Berpikir untuk bunuh diri.
-Hilang nafsu makan atau makan berlebihan.
-Penurunan berat badan atau penambahan berat badan.
-Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan.
-Mual sehingga sulit berbicara karena menahan rasa mual, mulut kering, susah buang air besar, dan terkadang diare.
-Kehilangan gairah seksual.
-Menghindari komunikasi dengan orang lain.
Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran tentang bunuh diri. dan 30% di antaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

Tanda dan gejala episode campuran
Episode ini merupakan gangguan bipolar campuran dari kedua fitur gejala mania atau hipomania dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan layangan pikiran (flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati penderita berisiko tinggi untuk bunuh diri.

Dalam konteks gangguan bipolar, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi di saat tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Episode campuran bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita gangguan bipolar. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusi, dan halusinasi. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut:

-Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
-Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
-Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
-Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti tagihan listrik dan telepon.
Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang berisiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang di sekelilingnya.

Nah, kita semua sekarang sudah tahu apa itu bipolar dan gejala-gejalanya. Mari rangkul orangnya ODB (Orang Dengan Bipolar) bukan di jauhi. Mari sama-sama hilangkan stigma tentang bipolar.

Happy World Bipolar Day! 30 Maret 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *