Positif atau negatif? Tips penggunaan dating app tanpa love scamming
Yogyakarta, 5 Januri 2026 – Penggunaan dating app bukan lagi hal yang tabu. Bagi banyak orang ini adalah cara praktis untuk memperluas pergaulan hingga mencari pasangan. Namun, apakah fenomena ini akan membawa dampak positf atau negatif bagi kesehatan mental?
Berdasarkan hasil pengamatan langsung, pengguna dating app sering kali merupakan individu yang serius mencari pasangan, namun memiliki keterbatasan waktu atau lingkaran sosial yang sempit di dunia nyata untuk berkemungkinan bertemu dengan orang baru. Di sisi lain, terdapat tipe yang hanya untuk mencari validasi ego, hiburan, atau hanya hubungan kasual tanpa ada nya ikatan.
Analisis Psikologis: Dampak Negatif dan Fenomena Love Scamming
Penggunaan dating app, tidak hanya sebuah fenomena belaka tetapi juga sebuah dorongan kebutuhan. Bu Innes Yonanda, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, dosen psikologi UNISA Yogyakarta memberikan pernyataan:
“Penggunaan dating app merupakan salah satu dorongan dari kebutuhan dasar akan kasih sayang, tentu nya pemenuhan kebutuhan ini merupakan bentuk dari tugas perkembangan manusia dewasa, jika hal ini tidak dapat terpenuhi, seseorang dapat mengalami krisis.”
Meskipun memenuhi kebutuhan dasar, dampak negatif dari dating app sering kali berupa penipuan berkedok asmara atau love scamming, dimana pelaku memanipulasi emosi korban dengan membangun hubungan palsu yang intens. Tentunya, hal ini sangat merugikan inidividu yang mencari hubungan serius didating app, sehingga sering kali terjebak dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.
Lalu, apakah kita tidak boleh menggunakan dating app? Tidak juga.
main dating app boleh saja, asal tidak menimbulkan perilaku berlebihan atau mungkin bersifat abnormal.
Kuncinya adalah kepekaan terhadap tanda-tanda red flag. Red flag adalah sinyal atau tanda peringatan bahaya menunjukkan perilaku negatif, tidak sehat, atau manipulasi dalam sebuah hubungan. Ciri ciri yang dapat dikenali dari awal adalah sifat kontrol berlebihan, melakukan kekerasan baik fisik maupun emosional, egois, berkomunikasi buruk dan sebagainya.
Tips Penggunaan Dating App yang Aman
- Kenali Tanda Red Flag
Langkah utama adalah mengenali tanda red flag. Kita disarankan agar lebih peka terhadap perilaku-perilaku negatif, seperti sifat manipulasi, kontrol berlebihan, hingga kekerasan fisik maupun verbal sejak awal berinteraksi.
- Tidak Mudah Percaya
Tidak mudah mempercayai seseorang dating app, merupakan bentuk perlindungan diri yang paling utama, dengan cara tidak mudah memberikan informasi yang bersifat terlalu pribadi, guna menghindari diri dari love scamming yang merugikan harta, tenaga, hingga kesehatan mental
- Verifikasi di Dunia Nyata
Salah satu cara nya dengan pertemuan dunia nyata, namun harus dengan prosedur keamanan yang ketat. Jangan sendirian, ajak orang lain atau beritahu orang terdekat mengenai rencana pertemuan ini, sebagai bentuk antisipasi terhadap yang yang mungkin terjadi.
“Dating app bak pisau bermata dua, bisa guna memudahkan hingga menjerumuskan. Semua ini bergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Jadi, gunakan dating app untuk membuka peluang, namun tetap berpijak pada realitas bahwa koneksi emosional membutuhkan lebih dari sekedar validasi visual saja.” – tim website Psikologi UNISA
